Hiking Mount Rinjani

4 Tips Naik Gunung Rinjani untuk Perempuan, Wajib Dilakukan!

Tips Naik Gunung Rinjani – Gunung Rinjani selalu punya daya tarik yang sulit dijelaskan. Siluet punggung bukitnya, hamparan savana, udara dingin yang menggigit, hingga rasa lega ketika kaki akhirnya menjejak puncak. Semuanya menciptakan pengalaman yang tidak sekadar indah, tetapi juga sangat personal.

Namun, keindahan itu datang dengan tantangan besar, terutama bagi kamu para perempuan yang baru pertama kali ingin mendaki Rinjani. Jalurnya panjang, perubahan cuacanya ekstrem, dan kondisi tubuh perempuan memiliki kebutuhan tertentu yang harus diperhatikan sejak awal.

Karena itu, sebelum memesan tiket pesawat ke Lombok atau memilih paket pendakian, ada baiknya kamu memahami tips khusus yang bisa membuat pendakian lebih aman dan nyaman. Banyak perempuan tumbang bukan karena tidak kuat, tetapi karena kurang persiapan. Padahal, dengan langkah pencegahan yang tepat, perjalananmu bisa jauh lebih menyenangkan.

Untuk itu, mari masuk ke pembahasan inti—empat tips mendaki Gunung Rinjani yang benar-benar perlu kamu ketahui, khususnya untuk para perempuan!

4 Tips Naik Gunung Rinjani Khusus untuk Perempuan

Tips Naik Gunung Rinjani untuk Perempuan, Wajib Dilakukan! - Hiking Mount Rinjani
Sembalun Rinjani

Para perempuan jangan naik Gunung Rinjani atau gunung mana pun kalau belum tahu empat hal penting ini. Persiapan bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga bagaimana kamu memahami tubuh dan kebutuhanmu selama pendakian. Berikut 4 tips naik gunung Rinjani yang perlu kamu ingat:

1. Bawa Beban Sesuai Kapasitas Kamu

Tips pertama ini sederhana, tetapi sangat menentukan keberhasilan pendakianmu. Banyak pendaki perempuan tumbang hanya karena membawa beban yang melebihi kemampuan tubuhnya.

Secara umum, batas aman membawa beban adalah maksimal 20% dari berat badan. Kalau berat badanmu 50 kg, maka ransel idealmu tidak lebih dari 10 kg.

Mengapa harus dibatasi?

Karena saat mendaki, kamu bukan hanya melawan gravitasi. Kamu juga harus menavigasi jalur menanjak, melawan angin dingin, menjaga ritme pernapasan, dan tetap stabil membawa ransel.

Agar bebanmu tidak berlebihan, pastikan kamu:

  • Membuat daftar barang bawaan jauh hari sebelum pendakian
  • Membawa hanya yang benar-benar diperlukan
  • Hindari membawa barang berduplikasi
  • Mengatur barang secara efektif di dalam carrier agar beratnya seimbang

Kamu juga perlu berkomunikasi dengan kelompokmu mengenai pembagian barang kelompok. Jangan sampai kamu menanggung terlalu banyak atau malah merepotkan orang lain karena barang penting justru tertinggal.

2. Kalau Capek, Sakit, Haus, Bilang!

Ini sering terjadi: perempuan biasanya lebih tahan menahan rasa tidak nyaman, bahkan cenderung memendam keluhan agar tidak menyusahkan orang lain. Padahal, dalam pendakian, sikap ini sangat berbahaya.

  • Kalau kamu lelah, katakan pada temanmu.
  • Kalau kakimu mulai sakit, bilang.
  • dan. kalau haus, segera minum sebelum terlambat.

Pendakian bukan lomba dan tidak ada yang harus kamu buktikan. Jika diperlukan, berhentilah sebentar sampai napasmu kembali teratur, lalu lanjutkan perjalanan perlahan-lahan.

Akan lebih aman dan nyaman jika kamu mendaki bersama trekking organizer profesional—misalnya hikingmountrinjani.com. Mereka terbiasa menjaga ritme kelompok, membaca kondisi fisik pendaki, dan membawakan sebagian besar kebutuhan logistik. Dengan begitu, kamu bisa berjalan lebih ringan dan fokus menikmati perjalanan.

3. Siap Kalau Tiba-tiba Haid di Jalan

Ini poin yang sering diabaikan, tetapi sangat penting untuk kamu persiapkan sejak awal. Pendakian berlangsung berhari-hari, dan tubuh tidak selalu mengikuti rencana. Kamu harus siap kalau menstruasi datang tiba-tiba di tengah jalur.

Kenali dulu pola tubuhmu:

  • Obat apa yang kamu butuhkan agar tetap nyaman
  • Perlengkapan pembersih apa yang harus disiapkan
  • Snack apa yang membantu menjaga energi saat nyeri haid datang

Satu hal yang tidak boleh kamu lakukan adalah membiarkan perut kosong. Saat kamu tidak makan, tubuh kehilangan energi dan suhu tubuh lebih cepat turun, sehingga risiko hipotermia meningkat.

Pastikan kamu:

  • Selalu menyimpan camilan kecil
  • Minum cukup
  • Menyampaikan kondisimu ke teman atau guide

Semakin kamu terbuka, semakin aman perjalananmu.

4. Jangan Tiba-tiba Mendaki

Tips naik gunung Rinjani yang ini perlu kamu tahu sejak awal. Banyak orang berpikir mendaki gunung hanya soal niat. Padahal, tubuh membutuhkan persiapan. Jangan dari yang biasanya rebahan tiba-tiba memutuskan mendaki Rinjani, karena pendakian ini termasuk berat.

Setidaknya, lakukan latihan fisik minimal dua minggu sebelum keberangkatan. Cara paling mudah adalah:

  • Jalan kaki 10.000 langkah per hari
  • Melatih otot paha dan betis
  • Latihan pernapasan sederhana
  • Stretching untuk mencegah cedera

Dengan tubuh yang lebih siap, langkahmu akan lebih stabil dan risiko kelelahan berlebihan bisa diminimalkan.

.

Baca juga: Apakah Gunung Rinjani 2 atau 3 Hari? Ini Durasi yang Dianjurkan

Daftar Bawaan Saat Naik Gunung Rinjani

4 Tips Naik Gunung Rinjani - Hiking Mount Rinjani
Air terjun di Torean

Jika kamu berencana naik Gunung Rinjani secara mandiri karena ada pendaki berpengalaman dalam kelompokmu, pastikan membawa perlengkapan berikut agar perjalanan tetap aman.

1. Perlengkapan Pribadi Saat Naik Gunung Rinjani

Kamu bertanggung jawab membawa barang-barang pribadi yang menunjang kenyamanan dan keselamatanmu:

  • Carrier
  • Sleeping bag
  • Matras gulung
  • Jas hujan atau ponco
  • Celana panjang
  • Headlamp atau senter + baterai cadangan
  • Jaket gunung
  • Botol minum
  • Sepatu gunung
  • Kaos kaki
  • Topi rimba, Trekking pole, dan obat-obatan pribadi (opsional tetapi disarankan)

Barang-barang ini wajib kamu siapkan karena bergantung pada dirimu sendiri, bukan kelompok. Pastikan semuanya dalam kondisi baik sebelum keberangkatan.

2. Perlengkapan Kelompok untuk Naik Gunung Rinjani

Untuk pendakian Rinjani, kelompok biasanya membawa perlengkapan bersama. Jika kamu memilih mendaki secara mandiri tanpa jasa trekking organizer, pembagian beban perlu dilakukan secara adil agar tidak ada anggota yang terbebani secara berlebihan.

Perlengkapan kelompok meliputi:

  • Tenda
  • Cooking set
  • Kompor
  • Lampu tenda
  • Kotak bumbu (garam, gula, dan lainnya)

Cara Pembagian Bawaan Kelompok

Aturan Mendaki Rinjani Tanpa Guide - Hiking Mount Rinjani
Gunung Rinjani. Sumber: Instagram

dapat dilakukan dengan dua metode:

Opsi 1: Pembagian Beban Antar Anggota Kelompok

Jika anggota kelompokmu terdiri dari beberapa orang dengan kemampuan fisik yang berbeda, pembagian beban bisa dilakukan berdasarkan kapasitas masing-masing.

Biasanya, barang besar seperti tenda atau kompor dibawa oleh anggota yang fisiknya lebih kuat atau sudah terbiasa membawa beban berat. Sementara itu, anggota lain bisa membawa perlengkapan yang lebih ringan seperti bumbu, lampu tenda, atau cooking set kecil.

Agar adil, lakukan diskusi sebelum pendakian dan timbang barang-barang tersebut, lalu sebar beban berdasarkan kemampuan setiap orang. Jangan sampai satu orang membawa 70% kebutuhan kelompok sementara yang lain hanya membawa barang pribadi.

Opsi 2: Menggunakan Porter

Jika kamu merasa pembagian beban terlalu berat atau anggota kelompok tidak terbiasa membawa barang besar, kamu bisa menggunakan porter lokal Rinjani.

Porter adalah solusi aman dan praktis karena:

  • Mereka terbiasa membawa beban berat di jalur Rinjani
  • Tenda, bahan makanan, dan logistik kelompok menjadi lebih ringan untuk kamu
  • Kelompok bisa fokus pada perjalanan tanpa kelelahan berlebihan
  • Kecepatan pendakian lebih stabil dan aman

Porter biasanya dibayar per hari dengan tarif yang sudah ditentukan, dan mereka akan membantu membawa perlengkapan kelompok hingga ke area camping.

Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Jika kelompokmu terdiri dari pendaki berpengalaman dan terbiasa membawa beban, pembagian barang bisa dilakukan sendiri. Namun jika ada anggota perempuan pemula atau pendaki dengan kemampuan fisik terbatas, menggunakan porter jauh lebih aman dan mencegah kelelahan ekstrem.

Apapun pilihanmu, pastikan pembagian beban dilakukan secara transparan dan disepakati sejak sebelum perjalanan. Dengan begitu, tidak ada yang merasa terbebani atau dirugikan selama pendakian.

.

Baca juga: Private Trip Rinjani Berapa? Ini Detail Biaya Dari Titik Kedatangan

Mau Naik Gunung Rinjani Tidak Ada Teman? Bareng Kami Aja

Tips Naik Gunung Rinjani dan List Barang - Hiking Mount Rinjani
Kawah

Menurut aturan pendakian Rinjani yang berlaku saat ini, jumlah anggota minimal dua orang, di mana salah satunya harus pendaki berpengalaman atau guide resmi. Artinya, kamu tidak bisa mendaki sendirian.

Jika kamu ingin naik Rinjani tetapi tidak punya teman yang bisa diajak atau ingin pendakian privat, kamu bisa daftar naik gunung bersama Hiking Mount Rinjani.

Biasanya, kami menawarkan paket per kelompok agar biayanya lebih terjangkau. Namun, jika kamu hanya seorang diri, kami akan mencari solusi terbaik—baik menggabungkanmu dengan kelompok lain atau membuat kesepakatan khusus yang tetap sesuai aturan.

Naik bersama kami berarti kamu tidak perlu khawatir tentang banyak hal, karena semuanya sudah disiapkan, termasuk:

  • Perlengkapan kelompok
  • Matras
  • Transportasi lokal setelah tiba di Lombok
  • Akomodasi sebelum pendakian
  • Makan selama pendakian
  • Tiket masuk dan asuransi

Kamu tinggal datang dengan tubuh yang siap, sisanya kami urus.Kalau kamu tertarik, kamu bisa menghubungi tim kami melalui WhatsApp atau melihat profil lengkap kami di hikingmountrinjani.com.

.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *