Gunung Yang Buka Setelah Lebaran – Momen setelah Lebaran selalu terasa spesial. Suasana masih hangat, keluarga sudah ditemui, perut sudah kenyang oleh opor dan ketupat, dan yang paling penting, waktu libur masih tersisa. Di fase inilah banyak orang mulai mencari pelarian yang lebih menantang daripada sekadar rebahan di rumah: mendaki gunung!
Yo, siapa di sini yang sudah membuat plan pendakian setelah lebaran? Angkat kaki nya, hehe. Pastinya, kamu, pembaca artikel ini yang punya rencana serupa.
Tidak heran jika pencarian tentang gunung yang buka setelah lebaran selalu meningkat. Orang-orang ingin memanfaatkan sisa libur dengan aktivitas yang memberi pengalaman, bukan hanya pengeluaran. Apalagi THR baru saja cair nih, godaan belanja besar, tapi kalau sudah niat naik gunung, pasti tidak akan dihabiskan untuk jajan kan?
Agar pendakian berjalan dengan nyaman dan lancar, kamu perlu memiliki sedikit uang. Mendaki lebih dari niat, kamu perlu menyiapkan logistik, transportasi, dan perlengkapan. Apalagi kalau perlu porter atau ingin private hiking, ada budget lagi. Jadi jangan sampai dana THR sudah tipis sebelum naik gunung ya.
Untuk kamu yang punya waktu libur hanya beberapa hari saja, kabar baiknya, beberapa gunung populer yang sempat tutup sementara akhirnya kembali dibuka setelah Lebaran. Artinya, kamu punya pilihan destinasi tanpa harus buru-buru memaksa naik gunung yang masih dalam masa penutupan. Yuk kita bahas satu per satu, biar rencana pendakianmu matang dan dompet tetap aman.
Daftar Gunung Yang Buka Setelah Lebaran, Siap Mendaki!
Jangan habiskan THR hanya untuk euforia awal Lebaran. Sisakan sebagian untuk pengalaman yang jauh lebih berkesan: berdiri di atas ketinggian, melihat matahari terbit dari balik awan, dan merasakan sunyi yang menenangkan di alam bebas. Beberapa hari setelah Lebaran, ada sejumlah gunung populer yang kembali membuka jalur pendakian. Namun tanggal nya bisa berubah sewaktu-waktu ya, jadi stay up to date!
1. Gunung Prau

Gunung Prau menjadi salah satu destinasi favorit pendaki, terutama bagi pemula maupun pendaki yang ingin perjalanan singkat dengan panorama maksimal. Gunung ini dibuka kembali pada 21 Maret, bertepatan dengan hari Lebaran. Kabar baiknya, semua jalur pendakian dibuka dan bisa langsung didaki.
Prau terkenal dengan hamparan bukitnya yang luas dan sunrise yang romantis. Dari puncaknya, kamu bisa melihat siluet Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, bahkan Merapi jika cuaca cerah. Jalurnya relatif ramah, namun tetap menuntut stamina yang stabil. Karena dibuka saat momen liburan, kemungkinan besar pendaki akan membludak. Jadi, rencanakan logistik lebih awal dan hindari mendaki tanpa reservasi.
2. Gunung Ciremai
Selain Prau, Gunung Ciremai juga buka pada 21 Maret. Jadwalnya sama, dan semua jalur pendakian kembali aktif. Ciremai menawarkan pengalaman yang berbeda dari Prau. Gunung tertinggi di Jawa Barat ini punya trek panjang, menanjak, dan menuntut ketahanan fisik lebih serius.
Pendakian Ciremai cocok untuk kamu yang ingin tantangan lebih. Vegetasi yang lebat, jalur berbatu, serta perubahan suhu yang signifikan membuat gunung ini terasa “lengkap”. Setelah Lebaran, cuaca cenderung lebih stabil dibanding musim hujan, sehingga momen ini termasuk waktu yang ideal untuk mencoba Ciremai.
Namun ingat, gunung ini bukan sekadar wisata foto. Kamu perlu persiapan fisik, air minum yang cukup, dan manajemen energi yang baik.
3. Merbabu

Kalau kamu tidak ingin menunggu Lebaran lewat, dan justru ingin mendaki saat suasana puasa masih berlangsung, Gunung Merbabu sudah membuka semua jalurnya sejak 1 Maret 2026.
Merbabu punya daya tarik yang berbeda. Jalurnya terkenal dengan sabana luas, punggungan indah, dan panorama 360 derajat dari puncaknya. Pendakian Merbabu akan terasa sepeti “puitis” karena kamu berjalan di antara padang rumput luas, dengan latar gunung-gunung lain di kejauhan.
Mendaki saat bulan puasa memang butuh strategi. Kamu harus pintar mengatur waktu pendakian, asupan cairan, serta ritme berjalan. Tapi bagi sebagian orang, justru di situlah sensasi spiritual dan mentalnya terasa lebih kuat. Tapi kalau di rumah saja lelah parah, jangan coba-coba mendaki saat puasa ya!
4. Gunung Lawu
Masih di Jawa Tengah, Gunung Lawu juga dibuka pada 1 Maret, sama seperti Merbabu. Jika kamu kurang tertarik dengan Merbabu, Lawu bisa jadi alternatif menarik.
Lawu terkenal dengan jalur yang panjang namun konsisten. Gunung ini punya nuansa budaya dan sejarah yang kental. Banyak pendaki merasakan suasana yang lebih hening dan reflektif saat naik Lawu. Trekking menuju puncak Hargo Dumilah terasa seperti perjalanan fisik sekaligus perjalanan batin.
Karena sudah dibuka sejak awal Maret, Lawu menjadi opsi ideal bagi pendaki yang ingin menghindari lonjakan pendaki pasca-Lebaran.
.
Baca juga: Makanan Untuk Naik Gunung Yang Boleh Dan Harus Dihindari!
Apakah Gunung Rinjani Belum Buka Setelah Lebaran?

Ya, Gunung Rinjani masih tutup di bulan Maret. Namun kabar baiknya, penantian itu tidak lama. Rinjani direncanakan buka pada 1 April, bersamaan dengan beberapa gunung lain seperti Ranu Kumbolo dan Sumbing, jika tidak ada perubahan kebijakan.
Artinya, kamu hanya perlu menunggu sekitar 8 hari setelah Lebaran untuk bisa mendaki salah satu gunung paling spektakuler di Indonesia ini. Dibanding gunung lain, Rinjani memang butuh waktu dan persiapan lebih serius. Pendakiannya panjang, elevasi tinggi, dan kondisi cuaca bisa berubah cepat.
Namun semua itu terbayar lunas saat kamu melihat Danau Segara Anak, pemandangan kawah, dan sunrise dari punggungan yang megah. Rinjani bukan hanya pendakian, tapi pengalaman hidup.
Kalau kamu sudah punya sisa libur atau cuti, sekarang waktu yang tepat untuk mulai merencanakan. Untuk pendakian yang nyaman dan menyenangkan, kamu bisa menyiapkan dana lebih dan naik Rinjani bersama hikingmountrinjani.com.
Dengan bantuan tim profesional, itinerary akan diatur lebih rapi, logistik besar dibantu porter, dan beban bawaanmu jauh lebih ringan. Kamu bisa fokus menikmati perjalanan tanpa terlalu kelelahan karena membawa beban berat.
Naik Rinjani yang indah, sayang banget kalau lelah parah oleh logistik. Jadi bagusnya sih bareng trekking organizer ya. Kan punya sisa THR, hehe.
.
Baca juga: Top 3 Gunung Yang Tidak Cocok Untuk Pemula, Jangan Cobain!
Yuk Daftarkan Dirimu & Persiapkan Untuk Gunung Yang Buka Setelah Lebaran!

Mengetahui daftar gunung yang buka setelah lebaran saja belum cukup. Kamu perlu bertindak. Banyak pendaki gagal berangkat bukan karena cuaca, tapi karena menunda persiapan.
Mulailah dari hal sederhana: cek kondisi fisik, pastikan perlengkapan dasar seperti sepatu, carrier, jas hujan, dan lampu kepala masih layak pakai. Buat anggaran khusus pendakian agar THR tidak habis tanpa jejak pengalaman. Tabung dan sisihkan, jangan biarkan THR-mu hanya berakhir jadi struk belanja. Mendakilah agar punya cerita!
Pesan simaksi lebih awal, tentukan tim pendakian, dan pelajari jalur gunung yang kamu pilih. Setiap gunung punya karakter berbeda. Prau cocok untuk keindahan dan perjalanan singkat, Ciremai untuk ketahanan, Merbabu untuk sabana indah, Lawu untuk nuansa tenang, dan Rinjani untuk pengalaman epik yang tak terlupakan.
Lebaran memang tentang kebersamaan, tapi setelah itu kamu juga berhak memberi hadiah untuk diri sendiri. Bukan berupa barang, melainkan pengalaman berdiri di puncak, menarik napas dalam-dalam, dan menyadari betapa luasnya dunia.
Jadi, jangan habiskan THR hanya untuk euforia sesaat. Sisakan untuk perjalanan yang membuatmu pulang dengan cerita, bukan hanya tas belanja. Gunung-gunung sudah mulai buka. Sekarang giliran kamu memutuskan: mau tetap di rumah, atau menyambut pagi dari atas ketinggian nih?
.
