Barang Yang Wajib Dibawa Saat Naik Gunung – Mau ikutan mendaki tapi bingung harus isi tas dengan apa saja? Kalau kamu malu bertanya, kami mengupasnya dalam artikel ini.
Mendaki gunung selalu terlihat indah dari foto. Kabut tipis menyelimuti puncak, hamparan awan di bawah kaki, dan udara dingin yang menyegarkan. Namun di balik keindahan itu, gunung adalah alam liar yang tidak bisa kamu anggap remeh.
Cuaca di atas gunung bisa berubah cepat, jalur bisa membingungkan, dan kondisi fisik bisa menurun tanpa disadari. Banyak kejadian pendaki tersesat bukan karena ceroboh, tetapi karena kurang persiapan atau asal naik tanpa pengetahuan yang memadai.
Di sinilah pentingnya memahami barang yang wajib dibawa saat naik gunung. Bukan hanya soal kenyamanan, tetapi soal bertahan hidup. Saat kamu berada di jalur yang salah, tertahan badai, atau harus bermalam di luar rencana, perlengkapan yang kamu bawa bisa menjadi penentu antara panik dan tetap tenang.
Pendakian bukan hanya aktivitas rekreasi. Ia adalah perjalanan yang menuntut kesiapan mental, fisik, dan logistik. Maka sebelum kamu melangkah ke jalur pendakian, pastikan isi tasmu bukan hanya pakaian dan camilan, tetapi perlengkapan yang memang dirancang untuk situasi darurat.
Berikut ini adalah barang yang wajib dibawa saat naik gunung agar kamu tetap bisa survive bahkan dalam kondisi terburuk.
Barang Yang Wajib Dibawa Saat Naik Gunung Biar Survive!
Perlengkapan berikut bukan pelengkap, melainkan kebutuhan dasar. Saat kamu tersesat atau tertahan di gunung, barang-barang inilah yang membantu menjaga suhu tubuh, arah perjalanan, asupan energi, dan keselamatan.
1. Ponco, Trekking Pole, dan Tali Webbing

Banyak pendaki menganggap ponco hanya berguna saat hujan. Padahal, fungsi ponco jauh lebih luas. Dalam kondisi darurat, ponco bisa menjadi shelter darurat. Kamu bisa mengikatnya pada trekking pole atau pohon menggunakan tali webbing untuk membuat atap sederhana. Shelter ini cukup untuk:
- Berlindung dari hujan
- Mengurangi paparan angin
- Tempat berteduh saat istirahat
- Tempat makan tanpa kehujanan
Tubuh yang basah adalah pintu masuk hipotermia. Saat suhu turun dan pakaian basah, panas tubuh akan hilang sangat cepat. Dengan shelter sederhana, kamu menjaga tubuh tetap kering dan lebih hangat.
Trekking pole juga tidak hanya membantu keseimbangan saat menanjak atau menurun. Dalam situasi darurat, trekking pole bisa menjadi rangka tenda darurat, alat bantu menyeberang medan sulit, atau penopang saat kaki cedera ringan.
Sementara itu, tali webbing sangat serbaguna. Kamu bisa memanfaatkannya untuk mengikat ponco, mengamankan barang, membuat tandu darurat, atau membantu penurunan di medan terjal.
.
Baca juga: Fakta Gunung Rinjani Via Senaru Yang Wajib Diketahui, Catat Yuk!
2. P3K dan Survival Kit – Wajib Dibawa Saat Naik Gunung

Inilah inti dari barang yang wajib dibawa saat naik gunung. Survival kit bukan hanya hiasan tanpa fungsi, ini adalah alat nyata untuk menyelamatkan diri.
Isi penting yang harus ada:
- Obat-obatan pribadi dan P3K dasar: Luka kecil di gunung bisa menjadi masalah besar jika terinfeksi. Bawa perban, kasa steril, plester, antiseptik, obat anti nyeri, dan obat pribadi.
- Emergency blanket dan hand warmer: Jika kamu mengalami gejala hipotermia seperti menggigil hebat, bicara mulai pelo, tubuh lemas, emergency blanket sangat membantu menjaga panas tubuh. Hand warmer juga membantu memulihkan suhu di area tangan.
- Pluit (peluit): Saat tersesat, berteriak hanya akan menguras energi. Peluit menghasilkan suara keras dengan tenaga minimal. Tiga kali tiupan pendek sering digunakan sebagai sinyal darurat.
- Pita berwarna: Gunakan pita untuk menandai jalur yang kamu lewati. Ikatkan pada ranting atau pohon sebagai penanda arah kembali. Ini sederhana, tetapi sangat efektif.
- Sekop 7 in 1: Alat ini multifungsi, bisa menjadi pisau, gergaji, alat gali, hingga pengait tali. Dalam kondisi survival, satu alat dengan banyak fungsi sangat berharga.
- Fire starter atau korek: Api adalah sumber panas, alat memasak, dan sinyal. Simpan dalam wadah kedap air.
- Kompas: Baterai GPS bisa habis, sinyal bisa hilang. Kompas tidak pernah bergantung pada sinyal. Kamu bisa menentukan arah dasar untuk kembali ke jalur.
3. Kompor, Nesting & Cadangan Makanan – Wajib Dibawa Saat Naik Gunung

Energi adalah kunci bertahan. Tanpa makanan dan minuman hangat, tubuh cepat lelah dan suhu turun. Membawa kompor portable, nesting, dan gas kecil memberi kamu kemampuan memasak dalam kondisi apa pun. Air panas saja sudah cukup membantu menjaga suhu tubuh.
Pilih cadangan makanan tahan lama seperti:
- Makanan instan
- Oat
- Energi bar
- Kacang-kacangan
Jika kamu tertahan lebih lama dari rencana, cadangan ini menjadi penyelamat. Jangan lupa membawa air yang cukup atau alat penyaring air jika memungkinkan.
.
Baca juga: Top 3 Gunung Yang Bagus Untuk Tektok 30 Menit Hingga Seharian!
4. Headlamp & Baterai Cadangan
Gunung menjadi sangat berbeda saat gelap. Tanpa pencahayaan, jarak pandang terbatas dan risiko salah langkah meningkat.
Headlamp lebih baik daripada senter karena tangan tetap bebas. Kamu bisa:
- Menyiapkan tempat istirahat
- Memasak
- dan memberi sinyal cahaya
Bawa baterai cadangan, karena malam di gunung sering lebih panjang dari perkiraan.
5. Bawa Kondom

Ini sering membuat orang terkejut, tetapi kondom adalah perlengkapan survival yang sangat berguna. Sifatnya kedap air, elastis, dan ringan.
Fungsinya:
- Menutup luka terbuka sebagai pelindung darurat
- Menampung air
- Kantong darurat kecil
- Kecil ukurannya, tetapi manfaatnya besar dalam situasi mendesak.
Itulah semua barang yang seharusnya menjadi bagian dari isi tas kamu. Naik gunung bukan sekadar kegiatan bersenang-senang. Kamu berhadapan langsung dengan alam yang tidak bisa diprediksi. Persiapan adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan tim.
Jika kamu masih merasa belum siap membawa semua logistik sendiri, kamu bisa mempertimbangkan menggunakan jasa trekking organizer.
.
Baca juga: 7 Latihan Fisik Sebelum Naik Gunung Cegah Cedera untuk Pemula
Mau Mendaki Gunung Lebih Mudah? Daftar Trekking Organizer Ini Yuk

Untuk pendakian seperti Rinjani, kamu bisa bergabung dengan trekking organizer seperti hikingmountrinjani.com.
Dengan sistem ini, kamu tidak perlu membawa beban berlebihan. Sesampainya di lokasi camp, tenda sudah siap. Makanan hangat tersedia. Kamu bisa fokus beristirahat sebelum summit attack.
Biayanya juga terjangkau jika dibandingkan dengan tenaga dan risiko yang bisa kamu hemat. Ini sangat membantu terutama jika kamu mendaki sendiri tanpa kelompok. Tim juga akan menjemput dari lokasi kedatangan, mengantar dan menyediakan tempat menginap, lalu memandu kamu memulai pendakian keesokan hari dalam kondisi tubuh yang lebih segar.
Kalau kamu tertarik, buka web mereka dan atau hubungi via whatsapp (klik tombol di bawah ini). Beritahu berapa lama kamu ingin mendaki dan susun itinerary bersama-sama sebelum memulai pendakian indah ke gunung Rinjani atau tempat lainnya.
Akhirnya, memahami barang yang wajib dibawa saat naik gunung adalah langkah awal. Mendaki mandiri juga baik, namun mendaki dengan sistem yang terorganisir membuat pengalamanmu lebih aman, terarah, dan tetap menyenangkan. Gunung selalu indah, tetapi keselamatan tetap prioritas utama.
Selalu cari tahu lebih banyak sebelum cuss naik gunung ya!
.
