Hiking Mount Rinjani

Apakah Gunung Rinjani 2 atau 3 Hari? Ini Durasi yang Dianjurkan

Apakah Gunung Rinjani 2 atau 3 Hari – Gunung Rinjani selalu menjadi magnet bagi para pendaki, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Puncaknya yang menjulang di atas 3.726 mdpl, dengan berbagai cerita indah pemandangannya yang dibagikan, membuat siapa saja yang menyukai gunung merasa ingin mencoba. Namun semakin tinggi sebuah gunung, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk memahami apa yang akan dihadapi. 

Jika kamu sedang memikirkan “Apakah Gunung Rinjani 2 atau 3 hari lebih ideal?” itu adalah sebuah kesadaran yang bagus. Ada baiknya mencaritahu dulu berapa durasi yang dianjurkan untuk pendakian gunung ini.

Jika kamu mencari informasi di internet, kamu akan menemukan berbagai durasi pendakian: 2 hari 1 malam, 3 hari 2 malam, hingga 4 hari 3 malam. Hal ini sering membingungkan, terutama bagi pendaki yang belum pernah merasakan jalur Rinjani sebelumnya.

Durasi pendakian tidak sekadar soal cepat atau lambat. Setiap tambahan hari berarti tambahan waktu aklimatisasi, kesempatan beristirahat, penyesuaian fisik, dan faktor keamanan. Rinjani adalah gunung tinggi dan memiliki trek yang panjang, sehingga pemilihan durasi tidak boleh sembarangan.

Artikel ini akan mengulas secara detail mana durasi pendakian yang benar-benar dianjurkan, serta perbedaan signifikan antara mendaki 2 hari atau 3 hari menuju puncak.

Apakah Gunung Rinjani 2 atau 3 Hari?

Apakah Pendakian Gunung Rinjani 2 atau 3 Hari - Hiking Mount Rinjani
Gunung Rinjani

Pendakian puncak Gunung Rinjani pada umumnya membutuhkan 3 hari. Durasi ini memberi cukup waktu untuk mencapai puncak, kembali ke tepi kawah, dan turun dengan aman. Namun beberapa operator juga menawarkan paket 2 hari, meskipun harus diakui bahwa ini adalah opsi yang sangat menantang.

Sementara itu, pendakian ke tepi kawah, baik lewat Senaru maupun Sembalun, umumnya memakan waktu 2 hari. Jalur ini lebih realistis diselesaikan dalam waktu singkat karena kamu tidak mengejar puncak. Bahkan ada operator yang menyediakan paket 1 hari menuju Kawah Senaru, tetapi harus diingat bahwa:

  • Jalur Senaru itu panjang
  • Hawa panas setelah melewati ketinggian tertentu sangat menyengat
  • Pendaki akan kelelahan parah bila memaksakan diri dalam satu hari

Baik pendakian 2 hari maupun 3 hari sama-sama mengharuskan kamu berkemah satu malam di tepi kawah atau area yang mendekati Segara Anak. Menginap menjadi bagian penting pendakian karena medan yang panjang tidak memungkinkan untuk diselesaikan sekaligus tanpa tidur.

Bedanya Naik Gunung Rinjani 2 atau 3 Hari Menuju Puncak

Apakah Gunung Rinjani 2 atau 3 Hari - Hiking Mount Rinjani
Perkemahan Rinjani

Di beberapa trekking organizer seperti Hiking Mount Rinjani, untuk menuju puncak, mereka menawarkan beberapa opsi, termasuk pendakian 2 Hari dan 3 Hari. 

Apa sih bedanya, dan bagaimana risiko yang perlu kita tahu atas pilihan ini? Coba cermati penjelasan di bawah ini: 

1. Pendakian 2 Hari 1 Malam (Menuju puncak)

Skema durasinya biasanya seperti ini:

  • Hari pertama: Sembalun → Plawangan Sembalun
  • Tengah malam: Summit attack
  • Hari kedua: Turun langsung sampai pos awal

Risiko dan tantangannya:

  • Waktu istirahat sangat terbatas
  • Tubuh belum aklimatisasi, rawan pusing atau mual akibat ketinggian
  • Tekanan stamina besar karena jalur pasir menuju puncak sangat menguras tenaga
  • Jalur turun yang panjang membuat kaki mudah kram atau cedera

Durasi ini sebaiknya hanya dilakukan pendaki yang benar-benar fit, sudah sering mendaki, dan memahami ritme pendakian cepat.

2. Pendakian 3 Hari 2 Malam (Menuju puncak)

Umumnya rute dan waktu tempuh seperti ini:

  • Hari pertama: Sembalun → Plawangan Sembalun
  • Kedua: Summit → Danau Segara Anak / Plawangan lain
  • Hari ketiga: Turun ke pos awal

Keuntungan dan keamanannya:

  • Waktu aklimatisasi jauh lebih baik
  • Tubuh memiliki waktu pulih setelah summit attack
  • Jalur menuju danau bisa dinikmati tanpa terburu-buru
  • Lebih aman untuk pendaki umum
  • Risiko AMS (Acute Mountain Sickness) lebih kecil

Karena alasan inilah pendakian 3 hari biasanya menjadi durasi standar pendakian yang tujuan utamanya adalah mencapai summit.

.

Baca juga: Apakah Boleh Mendaki Rinjani Tanpa Guide? Ini Rules BTNGR

Durasi Pendakian Rinjani yang Dianjurkan dan Alasannya

Durasi Pendakian Apakah Gunung Rinjani - Hiking Mount Rinjani
Jalur Senaru

Dari banyaknya opsi yang tersedia di internet atau ditawarkan trekking organizer, ada durasi pendakian yang benar-benar dianjurkan untuk siapa saja yang ingin menjajal medan Rinjani. Terutama untuk pendaki berpengalaman, biasa, atau anak di bawah umur. 

1. Mendaki Gunung Rinjani 2 atau 3 Hari

Pada umumnya, pendakian Gunung Rinjani membutuhkan 2 hingga 4 hari, tergantung jalur, kondisi fisik, pengalaman, dan tujuan kamu. 2–3 hari cocok untuk pendaki berpengalaman, yang sudah terlatih secara fisik dan mental. 

Jika kamu masuk dalam kategori ini, merencanakan pendakian dalam rentang waktu ini tidak akan jadi masalah besar. Kamu hanya perlu bersiap dan bawa semua logistik yang diperlukan agar aman hingga turun kembali. 

Secara umum, pendakian 2 hari dapat dilakukan tetapi menuntut stamina ekstra dan tidak memberikan cukup waktu adaptasi. Pendakian 3 hari dianggap sebagai durasi paling realistis untuk mencapai puncak tanpa memaksakan tubuh.

2. Pendaki Biasa: Sangat Dianjurkan 3–4 Hari

Pendaki yang tidak rutin berolahraga, belum pernah mendaki gunung 3000-an meter, atau tidak terbiasa trekking jarak jauh sangat dianjurkan memilih 3–4 hari. Durasi ini memberi tubuh waktu:

  • menyesuaikan diri dengan udara yang makin tipis
  • beristirahat lebih cukup sebelum summit attack
  • memulihkan tenaga usai turun dari puncak
  • menikmati perjalanan tanpa kejar waktu

Pendakian Rinjani bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental. Semakin panjang durasi, semakin minim tekanan fisik terhadap tubuh.

3. Pendakian Gunung Rinjani untuk Anak di Bawah Umur

Anak di bawah umur 17 tahun diperbolehkan mendaki Rinjani, tetapi dengan syarat:

  • Harus didampingi pendaki berpengalaman
  • Membawa surat izin dari orang tua atau wali
  • Wajib mengikuti jalur yang disesuaikan
  • Lebih dianjurkan memilih akhir crater rim, bukan puncak
  • Durasi minimal 3 hari agar tidak memaksakan tubuh
  • harus dipastikan tidak memiliki riwayat asma atau penyakit pernapasan berat

Puncak Rinjani bukan prioritas utama untuk pendaki anak. Medan pasir sangat berat, angin kencang, serta suhu bisa turun drastis di malam hari. Anak-anak lebih aman menikmati Danau Segara Anak atau Plawangan Senaru/Sembalun dengan ritme yang lebih nyaman.

Jadi untuk para orang tua, atau anak di bawah umur 17 tahun, harus aware soal ini. Jangan memaksakan diri hanya agar terlihat keren. 

.

Baca juga: Private Trip Rinjani Berapa? Ini Detail Biaya Dari Titik Kedatangan

Alasan Mendaki Gunung Rinjani Butuh Durasi yang Tepat

Jalur Rinjani Via Senaru Pos 4
Jalur Rinjani Via Senaru

Mendaki Gunung Rinjani tidak bisa disamakan dengan pendakian gunung setinggi 2000–2500 mdpl. Ketinggian lebih dari 3000 meter membuat tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, sehingga durasi pendakian menjadi faktor penting yang tidak boleh diremehkan. Jika kamu memaksakan pendakian terlalu cepat, tubuh berisiko mengalami gejala seperti sakit kepala, mual, hingga pandangan yang mulai berkabut karena belum sempat beradaptasi dengan tipisnya udara.

Selain ketinggian, tantangan medan Rinjani juga menjadi alasan mengapa pendakian memerlukan waktu yang cukup. Jalur berpasir menuju puncak menguras tenaga sangat besar; setiap langkah terasa maju setengah, mundur setengah. Jika durasi terlalu singkat, ritme perjalanan pun dipaksakan, dan tubuh lebih cepat kehilangan energi. Kondisi inilah yang kemudian meningkatkan risiko kelelahan ekstrem.

Faktor keselamatan saat turun juga perlu menjadi pertimbangan. Banyak pendaki mengira bahwa bahaya terbesar ada saat mendaki, padahal sebagian besar insiden justru terjadi ketika turun, saat tubuh sudah kehabisan tenaga dan konsentrasi menurun. Dengan waktu pendakian yang lebih panjang, kamu memiliki kesempatan beristirahat sebelum melanjutkan penurunan, sehingga risiko cedera dapat ditekan.

Durasi yang tepat juga memberimu ruang untuk menikmati perjalanan. Rinjani terlalu indah jika hanya dilewati sekilas, semuanya pantas dinikmati tanpa terburu-buru. Ketika tubuh tidak dikejar waktu, kamu bisa merasakan esensi pendakian itu sendiri: berjalan perlahan, menikmati napas, dan menyerap keindahan dengan lebih utuh.

Tidak kalah penting, pendakian yang dilakukan terlalu cepat meningkatkan risiko dehidrasi dan cedera. Dengan memilih durasi yang tepat sejak awal, kamu menjaga kondisi tubuh tetap stabil dan mengurangi risiko yang bisa mengganggu keselamatan maupun kenyamanan perjalananmu.

Mau Coba Hiking Rinjani? Bareng Tim Kami Yuk

Why Hiking with a Tour Company Is Essential
Hiking Tour

Jika kamu ingin mendaki Rinjani dengan aman, nyaman, dan dipandu tim berpengalaman, kamu bisa menghubungi: hikingmountrinjani.com

Tim guide profesional akan membantu mempersiapkan perjalanan, menentukan durasi ideal sesuai kondisi fisikmu, serta memastikan pendakianmu berlangsung aman dan menyenangkan.

Siap kami jemput di bandara atau pelabuhan Lombok? Yuk hubungi kami

.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *