Hiking Mount Rinjani

Cara Buang Air Besar Di Gunung Sesuai Anjuran, Nyaman Kok!

Cara Buang Air Besar Di Gunung – Bagi banyak orang, rencana mendaki gunung sering kali bukan batal karena trek yang berat atau cuaca ekstrem, melainkan karena satu hal: bagaimana kalau ingin buang air besar di gunung?

Ini merupakan sebuah masalah yang menjadi pertimbangan orang-orang yang baru ingin mendaki alias pendaki pemula. Mereka terbiasa dengan kenyamanan rumah, dan belum siap jika harus melakukannya di luar ruang tanpa privasi yang memadai. Ini menjadi ketakutan tersendiri. 

Gunung jelas bukan toilet umum. Tidak ada kloset, tidak ada flush, dan tidak ada pintu yang bisa dikunci. Namun, kondisi tersebut bukan berarti buang air besar di gunung tidak bisa dilakukan dengan nyaman, aman, dan tetap bertanggung jawab terhadap alam. Faktanya, ada cara buang air besar di gunung sesuai anjuran yang sudah lama diterapkan oleh pendaki berpengalaman dan sejalan dengan prinsip etika lingkungan.

Menariknya, banyak pendaki yang awalnya sangat khawatir justru mengaku bahwa setelah mencobanya sekali, pengalaman BAB di gunung terasa… lega dan menyenangkan. Udara segar, suasana tenang, dan perasaan menyatu dengan alam sering kali membuat prosesnya jauh dari kata traumatis.

Untuk kamu yang punya kekhawatiran yang sama, artikel ini akan memberitahu kamu bagaimana caranya. Dibuat khusus untuk kamu yang ingin mendaki tanpa dihantui rasa cemas soal urusan perut hehe. Siap cari tahu? Yuk baca hingga akhir ya.

Cara Buang Air Besar Di Gunung yang Anjuran Banyak Pendaki

Banyak yang bertanya bagaimana cara buang air besar di gunung. Dan tak sedikit juga yang memilih untuk menahan atau bahkan tidak mau BAB sama sekali selama pendakian. Tapi percayalah, sekali kamu merasakan buang air di gunung dengan cara yang benar, rasa takut itu perlahan hilang.

Yang penting utamakan kenyamanan bersama, kamu punya tanggung jawab terhadap alam dan pendaki lain. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti supaya bisa BAB dengan nyaman dan lancar.

1. Siapkan Sekop, Tisu, dan Matras

Cara Buang Air Besar Di Gunung ysng Nyaman
Cara menggali tanah

Persiapan adalah kunci utama agar buang air besar di gunung terasa lebih aman dan nyaman. Setidaknya ada tiga perlengkapan wajib yang perlu kamu siapkan:

  • Sekop kecil (trowel)
  • Tisu
  • Trash bag
  • Matras

Sekop digunakan untuk menggali lubang. Ukurannya kecil, ringan, dan mudah dibawa. Banyak pendaki menganggap sekop sebagai perlengkapan esensial, bukan tambahan.

Untuk tisu, sebenarnya tisu basah memang terasa lebih nyaman. Namun, perlu diingat bahwa di beberapa gunung, penggunaan tisu basah tidak diperbolehkan karena sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan.

Solusi yang lebih aman adalah menggunakan tisu kering, lalu membawa botol air kecil. Setelah selesai BAB, basahi sedikit tisu kering dengan air, lap hingga bersih, lalu lanjutkan dengan tisu kering lagi. Cara ini efektif dan tetap ramah lingkungan.

Semua tisu bekas harus dibawa turun, bukan ditinggal di gunung. Simpan tisu bekas di trash bag. Meski masih ada pendaki nakal yang ikut menimbun tisunya, cara ini jelas tidak dianjurkan dan merusak ekosistem.

Dan untuk Matras, alat ini bukan cuma untuk tidur. Dalam konteks ini, matras berfungsi sebagai penutup agar privasi tetap terjaga.

Dengan semua perlengkapan di atas, rasa cemas biasanya langsung berkurang sebelum proses dimulai.

.

Baca juga: Top 5 Gunung Pendek Untuk Pendaki Pemula, No Bikin Nyerah!

2. Pilih Spot Buang Air Besar Di Gunung

Memilih lokasi adalah bagian paling penting dari cara buang air besar di gunung. Kesalahan memilih spot bisa mengganggu pendaki lain dan mencemari area camp.

Beberapa hal yang wajib diperhatikan:

  • Jangan dekat campground. Apalagi di arah depan tenda atau jalur keluar masuk orang.
  • Cari lokasi agak jauh dari jalur pendakian. Tujuannya agar tidak terlihat dan tidak mengganggu.
  • Pastikan tidak ada sumber air di sekitar. Hindari sungai, mata air, atau aliran air sekecil apa pun.
  • Cari area di antara semak-semak. Selain lebih tertutup, area ini biasanya jarang dilewati orang.

Luangkan waktu sebentar untuk observasi. Spot yang tepat akan membuat proses BAB jauh lebih tenang.

3. Gali Lubang

Setelah menemukan lokasi yang sesuai, langkah berikutnya adalah menggali lubang.

Tips menggali lubang:

  • Buat kotak terlebih dahulu dengan area agak luas agar mudah bekerja.
  • Kedalaman lubang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Umumnya setengah sekop sudah cukup.
  • Jika merasa BAB akan cukup banyak, lubang bisa dibuat sedikit lebih dalam atau lebih luas.

Tanah hasil galian jangan dibuang, tapi dikumpulkan di samping lubang karena akan digunakan kembali untuk menutup.

Lubang ini berfungsi untuk mengubur kotoran agar tidak menimbulkan bau dan tidak mengundang hewan.

4. Lingkari Badan Menggunakan Matras

Ini adalah trik sederhana tapi sangat membantu kenyamanan mental. Gunakan matras untuk melingkari badan, seperti dinding darurat. Fungsinya untuk menjaga privasi jika tiba-tiba ada pendaki lain lewat.

Selain itu, matras yang dilingkarkan juga dapat membuat posisi lebih nyaman dan tidak terburu-buru. Sehingga mengurangi rasa canggung, terutama bagi pendaki pemula. Dengan matras sebagai penutup, kamu bisa fokus menyelesaikan urusan tanpa panik.

5. Tutup Lubang dan Tandai

Cara Buang Air Besar Di Gunung
Memberi tanda

Setelah selesai buang air besar, lubang harus ditutup kembali menggunakan tanah hasil galian sebelumnya. Pastikan: Tanah ditutup rapat dan dipadatkan, permukaan diratakan agar tidak terlihat bekas lubang, dan tidak ada bau menyengat yang tertinggal. Menutup lubang dengan rapi adalah bentuk tanggung jawab paling dasar sebagai pendaki.

Langkah terakhir yang sering dilupakan adalah menandai spot yang sudah digunakan. Caranya dengan meletakkan ranting, batu, atau tanda alami lain di atas lokasi. Jangan langsung meninggalkan tempat sebelum tanda dipasang.

Tujuan penandaan ini agar pendaki lain tahu bahwa spot tersebut sudah digunakan dan tidak menggali di tempat yang sama. Ini penting demi kenyamanan bersama dan menjaga kebersihan area.

.

Baca juga: Apakah Boleh Mendaki Rinjani Tanpa Guide? Ini Rules BTNGR

Mau Buang Air Besar Di Gunung Makin Nyaman? Ini Tipsnya

Cara Pasang Tenda Camping di Rinjani - Hiking Mount Rinjani
Cara Pasang Tenda Camping

Meski cara di atas sudah cukup aman dan nyaman, tidak semua orang bisa langsung terbiasa. Ada pendaki yang memang sulit BAB jika merasa cemas, terbuka, atau tergesa-gesa.

Kalau kamu termasuk tipe seperti itu dan tidak ingin ribet membuat tempat BAB sendiri atau harus BAB di tempat terbuka meski ditutup matras, ada solusi yang lebih praktis: naik gunung bersama trekking organizer.

Trekking organizer yang profesional biasanya:

  • Menyediakan tenda khusus untuk buang air besar
  • Mengatur lokasi toilet agar aman dan jauh dari tenda
  • Mengelola limbah dengan lebih bertanggung jawab

Dengan adanya tenda khusus, kamu bisa BAB dengan lebih tenang, tertutup, dan tidak perlu khawatir ada orang lewat. Ini sangat membantu, terutama untuk pendaki pemula atau mereka yang baru pertama kali mendaki gunung tinggi.

Kalau kamu berencana naik Gunung Rinjani dan ingin pengalaman pendakian yang nyaman (selain trek yang menantang), kamu bisa mempertimbangkan untuk booking paket pendakian di hikingmountrinjani.com.

Kamu bisa memilih durasi pendakian sesuai kebutuhan dan mendapatkan berbagai kemudahan, termasuk urusan logistik dan kenyamanan di camp.  Kalau tertarik, langsung WhatsApp tim mereka dengan klik tombol di bawah, dan biarkan pendakianmu fokus pada keindahan alam, bukan rasa cemas soal urusan perut.

Dengan memahami cara buang air besar di gunung sesuai anjuran, kekhawatiran yang selama ini mengganjal seharusnya bisa terjawab. Mendaki gunung bukan soal menahan diri diluar batas, tapi soal beradaptasi dengan alam secara bijak. Dan ya, BAB di gunung bisa kok, dan nyaman juga, asal caranya benar.

Selamat dicoba ya, save jika perlu!

.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *