Hiking Mount Rinjani

Apakah Boleh Mendaki Rinjani Tanpa Guide Ini Rules BTNGR - Hiking Mount Rinjani

Apakah Boleh Mendaki Rinjani Tanpa Guide? Ini Rules BTNGR

Mendaki Rinjani Tanpa Guide – Gunung Rinjani selalu punya magnet bagi pendaki dari seluruh Indonesia. Pemandangannya luar biasa, jalurnya menantang, dan pengalaman berdiri di antara awan adalah hadiah besar setelah menaklukkan rute panjang yang membentang di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). 

Tidak heran jika banyak wisatawan lokal yang ingin merasakan pengalaman ini, namun dengan biaya yang lebih hemat dibandingkan paket open trip atau private trip.

Tapi, apakah boleh mendaki Rinjani tanpa guide atau trekking organizer? Banyak pendaki ingin menghemat anggaran, merasa sudah cukup berpengalaman, atau sekadar ingin menikmati pengalaman lebih independen. Namun, aturan TNGR mengalami beberapa perubahan setiap tahun, termasuk aturan terbaru tahun 2025 yang dibuat untuk meningkatkan faktor keamanan pendaki.

Sebelum kamu memutuskan untuk naik tanpa pemandu, kamu perlu memahami aturan resmi yang berlaku. hikingmountrinjani.com akan membantu kamu memahami aturan pendakian terbaru, menjawab pertanyaan mengenai kebolehan mendaki tanpa guide, serta informasi penting lain yang wajib kamu ketahui sebelum menapakkan kaki di jalur Rinjani.

Aturan TNGR Terbaru 2025 Soal Mendaki Gunung Rinjani

SOP Mendaki Rinjani Tanpa Guide - Hiking Mount Rinjani
Danau Segara Anak – Sumber: Instagram

Taman Nasional Gunung Rinjani telah merilis SOP Pendakian Revisi 6 Tahun 2025. Aturan ini disusun berdasarkan evaluasi keselamatan, tingginya jumlah insiden pendaki tersesat, serta kebutuhan manajemen kuota yang lebih terkontrol. Karena itu, setiap poin aturan yang tercantum memiliki maksud dan implikasinya masing-masing. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Jumlah Pendaki Rinjani

TNGR kini melarang pendakian solo. Minimal harus ada dua orang dalam satu kelompok.

Tujuannya jelas: keamanan.

Jika terjadi cedera, kelelahan ekstrem, kram, hipotermia, atau tersesat, setidaknya ada satu orang yang bisa mencari bantuan. Rinjani bukan gunung yang bisa dianggap enteng. Trek panjang, jalur yang berpasir, serta perubahan cuaca ekstrem membuat pendakian berisiko tinggi jika dilakukan sendirian.

Dengan aturan ini, TNGR memastikan setiap pendaki memiliki partner menjaga satu sama lain.

2. Soal Pemandu

Bunyi aturannya adalah “Calon pendaki wajib menggunakan pemandu atau pendaki berpengalaman di Gunung Rinjani.” Pada aturan terbaru, pendaki diwajibkan untuk:

  • Menggunakan guide, atau
  • Memiliki pendamping yang berpengalaman mendaki gunung lainnya dan mampu menunjukkan bukti pengalaman.

Ini bertujuan mengurangi angka insiden di jalur Rinjani. Gunung ini punya karakteristik khusus: tanjakan panjang, jalur pasir menuju puncak, kabut tebal, hingga jalur yang bercabang.

Pendaki berpengalaman dinilai lebih mampu mengambil keputusan tepat dan memahami medan berat yang harus dilalui.

3. Ketentuan Mendaki Rinjani Dengan Guide & Porter

Sampai 31 Desember 2025, jika menggunakan jasa trekking organizer seperti Hiking Mount Rinjani, maka:

  • Satu guide mendampingi maksimal 5 pendaki Nusantara,
  • Beban maksimal guide adalah 15 kg,
  • Porter: 1 porter melayani maksimal 3 pendaki,
  • Beban maksimal porter 25 kg.

Aturan ini dibuat agar guide dan porter bekerja dalam batas aman. Beban yang terlalu berat sering menjadi penyebab kelelahan, cedera, bahkan kecelakaan.

Mulai 1 Januari 2026, TNGR akan menerapkan aturan baru:

  • Satu guide mendampingi maksimal 4 pendaki,
  • Guide harus terdata dan tersertifikasi,
  • Beban maksimal tetap 15 kg.

Regulasi baru ini menunjukkan langkah serius pemerintah meningkatkan profesionalitas dan keselamatan pendakian. Jumlah pendaki per guide dipersempit agar pengawasan lebih maksimal dan risiko tersesat semakin kecil.

4. Rule Mendaki Rinjani Tanpa Guide

Jika kamu ingin mendaki tanpa guide, kamu harus memenuhi syarat ini. Pendaki wajib menunjukkan bukti pengalaman pendakian berupa:

  • foto,
  • video,
  • sertifikat (jika ada), atau
  • lulus wawancara dengan petugas TNGR.
  • Lalu, kamu harus menandatangani surat pernyataan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ini menunjukkan bahwa TNGR tidak menolak pendaki mandiri, tetapi memastikan bahwa orang tersebut benar-benar mampu secara fisik, mental, dan teknis.

5. Mendaki Rinjani Untuk Umur 17 Tahun Kurang

Jika usia kamu kurang dari 17 tahun, kamu wajib didampingi oleh:

  • Guide, atau
  • Pendaki berpengalaman berusia di atas 17 tahun.
  • Selain itu, harus menyerahkan surat izin tertulis dari orang tua atau wali.

Rinjani merupakan jalur berat yang membutuhkan stamina dan manajemen risiko yang baik. Karena itu, pendaki di bawah umur dianggap perlu pendamping yang benar-benar paham risiko medan.

.

Baca juga: Private Trip Rinjani Berapa? Ini Detail Biaya Dari Titik Kedatangan

Apakah Boleh Mendaki Rinjani Tanpa Guide?

Mendaki Rinjani Tanpa Guide - Hiking Mount Rinjani
Jalur Torean. Sumber: Instagram

Jawabannya adalah: boleh, tetapi tidak untuk semua orang. Kamu hanya boleh mendaki Rinjani tanpa guide jika:

  • Kamu datang dalam kelompok minimal 2 orang,
  • Kamu atau salah satu anggota kelompok merupakan pendaki berpengalaman,
  • Dapat memberikan bukti pengalaman pendakian gunung sebelumnya (foto, video, sertifikat),
  • Kamu lulus wawancara petugas TNGR,
  • Kamu menandatangani surat pernyataan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jika semua persyaratan ini terpenuhi, kamu tidak diwajibkan menggunakan guide.

Namun, jika kelompokmu:

  • tidak punya pendaki berpengalaman, atau
  • tidak bisa menunjukkan bukti pengalaman,

maka kamu WAJIB mendaki dengan guide. Pendaki di bawah umur 17 tahun pun tetap wajib didampingi.

Dengan kata lain, TNGR memberikan ruang bagi pendaki independen, tetapi tetap menjaga standar keselamatan sesuai risiko medan Gunung Rinjani.

.

Baca juga: Jalur Rinjani Via Senaru Seberapa Extrem? Awas “Hot and Chili!”

Informasi Penting Sebelum Mendaki Rinjani Tanpa Guide

Aturan Mendaki Rinjani Tanpa Guide - Hiking Mount Rinjani
Gunung Rinjani. Sumber: Instagram

Selain aturan TNGR, beberapa persiapan dasar ini wajib kamu lakukan agar pendakian berjalan aman dan lancar.

1. Wajib Membuat Surat Keterangan Sehat

Setiap pendaki harus menunjukkan surat keterangan sehat dari puskesmas atau klinik. Petugas akan memeriksa apakah kondisi fisikmu cukup kuat menghadapi trek panjang, udara tipis, serta medan berpasir menuju puncak.

Surat sehat bukan formalitas. Rinjani adalah trek yang menguras stamina. Jangan anggap remeh.

2. Siapkan Barcode Tiket Pendakian

Pendaftaran pendakian Rinjani dilakukan secara online. Setelah daftar, kamu akan mendapatkan barcode tiket pendakian. Barcode ini wajib ditunjukkan saat check-in di pintu masuk.

Karena sinyal di pintu Senaru sangat lemah, kamu harus menyiapkan barcode sebelum sampai lokasi dengan cara:

  • menyimpan screenshot di ponsel, atau
  • mencetaknya di kertas.

Cara ini mencegah kamu terhambat saat check-in karena masalah sinyal.

3. Transportasi Menuju Jalur Pendakian

Kamu bisa menggunakan layanan transport Rinjani dengan biaya sekitar Rp 100.000 (tarif umum 2024). Durasi perjalanan hanya sekitar 15 menit, dan transport ini bisa mengantarkan kamu ke seluruh jalur resmi pendakian. Praktis untuk pendaki yang menginap di Senaru atau Sembalun.

4. Waktu Pelayanan Pendakian Rinjani

  • Check-in: 07.00–15.00 WITA
  • Check-out: 07.00–21.00 WITA

Jika ada kondisi cuaca ekstrem atau keadaan darurat, petugas dapat menyesuaikan waktu pelayanan. Datang terlalu sore bisa membuatmu ditolak masuk karena melewati batas waktu izin trekking.

.

Baca juga: Lokasi Basecamp Sembalun Rinjani dan Titik Campsite Pendakian

Yuk Ikutan Private Trip Mendaki Rinjani Dengan Harga Terbaik

Hiking Mount Rinjani
Hiking Mount Rinjani

Jika kamu ingin pengalaman mendaki yang lebih aman, nyaman, dan terorganisasi, kamu bisa mempertimbangkan paket private trip dari hikingmountrinjani.com

Berikut estimasi harga tertinggi untuk private trip 2 orang WNA (harga untuk pendaki lokal jauh lebih murah):

  • 2 hari 1 malam – Lingkar Senaru: Rp 3.408.360
  • 2 hari 1 malam – Puncak Rinjani: Rp 3.741.750
  • 3 hari 2 malam – Puncak Rinjani: Rp 4.240.650
  • 4 hari 3 malam – Puncak Rinjani + banyak spot tambahan: Rp 5.238.450

Harga WNA lebih tinggi karena tiket masuk dan asuransi lebih mahal. Tetapi untuk pendaki lokal, biayanya jauh lebih terjangkau, apalagi jika kamu mendaki dalam kelompok 3–10 orang.

Untuk info lengkap, konsultasi, atau tanya-tanya dulu, langsung kunjungi: hikingmountrinjani.com atau klik tombol WhatsApp di website untuk diskusi awal.

Mendaki akan jauh lebih aman jika kamu ditemani trekking organizer yang profesional. Yuk mendaki rinjani bareng kami!

.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *