Hiking Mount Rinjani

Fakta Gunung Rinjani Via Senaru Yang Wajib Diketahui, Catat Yuk!

Fakta Gunung Rinjani Via Senaru Yang Wajib Diketahui, Catat Yuk!

Gunung Rinjani Via Senaru – Gunung Rinjani selalu berhasil menarik perhatian banyak pendaki dari seluruh Indonesia. Namun ada satu jalur yang sering membuat orang penasaran sekaligus ragu, yaitu Gunung Rinjani Via Senaru. Jalur ini terkenal memiliki panorama yang megah, terutama di bagian Pelawangan. Kamu bisa melihat Danau Segara Anak yang biru dari ketinggian, menyaksikan dinding kaldera purba yang terlihat seperti lukisan, hingga menikmati sunset yang jatuh langsung ke arah laut Lombok Utara.

Tetapi, apakah Rinjani via Senaru hanya menawarkan keindahan? Atau justru menyimpan “kejutan” lain yang perlu kamu pahami sebelum melangkah lebih jauh?

Bagi kamu yang ingin menjajal jalur Senaru untuk pertama kali, artikel ini akan membantu memberikan gambaran yang lebih realistis. Semua fakta di sini kami susun berdasarkan pengalaman lapangan, catatan pendaki, dan karakter jalur yang sering tidak dibahas secara detail oleh brosur-brosur paket pendakian. Baca sampai selesai supaya kamu bisa memutuskan apakah jalur Senaru cocok untuk kondisimu sekarang.

Fakta Gunung Rinjani Via Senaru Yang Wajib Diketahui Sebelum Naik

Berikut adalah deretan fakta penting seputar Gunung Rinjani Via Senaru yang harus kamu pahami sebelum langkah pertamamu menapaki jalur ini.

1. Kondisi Gunung Rinjani Via Senaru

Gunung Rinjani Via Senaru
Kondisi Trek Senaru

Banyak pendaki menggambarkan jalur ini dengan dua kata: “hot and chili”. Jalur Gunung Rinjani Via Senaru berada di sisi utara gunung yang lebih terbuka terhadap terpaan matahari. Ketika kamu mulai memasuki kawasan hutan, suasananya memang teduh. Namun begitu keluar dari area pepohonan menuju Pos 3A hingga mendekati Pos 4, karakter jalurnya berubah total.

Debu berterbangan setiap kali pendaki lewat. Bila ada rombongan besar atau banyak porter turun dari Pelawangan, debunya bisa menutupi wajah sampai buff kamu terasa penuh pasir. Matahari berada tepat di atas kepala, sinarnya kuat, dan angin kering menyapu kulit tanpa ampun. Di beberapa titik, kamu akan merasakan perpaduan aneh antara panas ekstrem dan angin dingin yang menusuk, campuran yang sering membuat tubuh cepat lelah.

Namun kondisi paling berat justru berada di bagian Jaran Kurus, beberapa ratus meter sebelum Pos 4 Cemara Lima. Banyak pendaki mengenal istilah Jaran Kurus dari jalur Torean, tetapi versi asli dari spot ini sebenarnya justru berada di jalur Senaru.

Di sinilah jalur mulai terbuka tanpa perlindungan. Kontur tanahnya panjang, lurus, dan panasnya luar biasa. Ketika kamu berjalan di sana, rasanya seperti berada di jalur yang tidak mau selesai. Banyak pendaki mengaku energi mereka terkuras justru di sini, bukan di bagian tanjakan menuju Pelawangan.

Jika kamu memutuskan mendaki lewat Senaru, pastikan memakai buff, sunblock, topi, dan membawa air sedikit lebih banyak dari biasanya. Kamu akan membutuhkannya.

.

Baca juga: Naik Rinjani Sehari? Perlengkapan Tektok Gunung Wajib Dibawa

2. Pondokan Amakloka di Jalur Senaru

Salah satu tempat istirahat paling menarik di jalur Senaru adalah Pondokan Amakloka. Nama “Amakloka” berarti pondokan orang tua, karena pada masa lalu pos ini menjadi tempat singgah para pemburu yang mencari hasil hutan. Di dekat pos ini terdapat mata air yang sering dimanfaatkan untuk mengisi ulang logistik minum.

Cuaca biasanya mulai terasa sangat panas saat tiba di Amakloka. Menariknya, jalur Gunung Rinjani Via Senaru lebih banyak dilewati wisatawan mancanegara daripada pendaki lokal. Banyak rombongan bule memilih paket trekking dua hari yang hanya sampai Pelawangan, sehingga lalu lalangnya cukup padat.

Saat papasan dengan rombongan, bersiaplah menghadapi gelombang debu. Di titik ini, rombongan saya bahkan memilih menggunakan buff ganda saking tebalnya debu yang naik ketika porter dan pendaki lewat. Meski begitu, suasana ramai ini justru memberikan pengalaman baru. Kesempatan bertemu pendaki dari berbagai negara yang memiliki ritme perjalanan yang unik.

3. Keindahan Jalur & Sunset Senaru

Gambaran Rinjani Via Senaru
Rinjani Via Senaru

Salah satu alasan banyak orang memilih jalur Senaru adalah pemandangannya. Ketika kamu menengok ke belakang, garis pantai Lombok Utara terlihat jelas. Saat sore tiba, sinar matahari jatuh langsung ke arah laut, menciptakan pemandangan sunset yang disebut banyak pendaki sebagai salah satu yang terbaik di seluruh Rinjani.

Namun, ada harga yang harus kamu bayar untuk menikmati pemandangan itu: panas matahari yang “full power”. Tidak ada pepohonan tinggi yang bisa melindungi kamu dari sengatan UV. Jadi bila kamu ingin merasakan indahnya jalur ini, kamu juga perlu siap fisik untuk melewati kondisi yang bisa terasa sangat ekstrem bagi pendaki pemula.

Meski begitu, rasa lelah biasanya terbayar ketika kamu berhenti sebentar, melihat garis cakrawala yang tidak terganggu apa pun, dan menyadari betapa megahnya lanskap Rinjani dari sisi Senaru.

4. Rute yang Berubah Karena Gempa 2018

Fakta Gunung Rinjani Via Senaru
Fakta Gunung Rinjani

Gempa Lombok 2018 memberikan dampak besar pada jalur pendakian Rinjani, termasuk jalur Senaru. Banyak bagian jalur lama yang terputus karena longsor dan rekahan besar. Jika kamu pernah mendengar cerita pendaki tahun 2000-an, mereka akan mengatakan bahwa rute dulu lebih lurus, lebih landai, dan tidak perlu memutar seperti sekarang.

Di salah satu titik, kamu bahkan bisa melihat jelas bekas pahatan tanah yang dulunya adalah jalur utama. Kini, pendaki harus memutar ke jalur kiri, turun ke aliran kali kecil, lalu naik lagi untuk menghubungkan ke jalur baru.

Perubahan rute ini membuat beberapa bagian jalur memiliki tanjakan dan turunan yang lebih curam dari sebelumnya. Karena itu, pendaki perlu menyiapkan tenaga cadangan, terutama yang tidak terbiasa dengan jalur panjang.

Namun sisi menariknya, bekas rekahan gempa ini bisa menjadi bahan edukasi geologi yang menarik. Kamu bisa melihat lapisan tanah purba, material longsoran, hingga struktur bebatuan yang dulu tertutup vegetasi.

.

Baca juga: Estimasi Biaya ke Rinjani dari Jogja Ala Backpacker Hemat

5. Tanjakan Jaran Kurus versi Senaru Rinjani

Setelah melewati Pondokan Amakloka dan jalur berbatu, kamu akan tiba di Spot Jaran Kurus versi Senaru. Inilah salah satu titik yang sangat diingat banyak pendaki. Tempat ini menjadi tempat istirahat terakhir di bawah pepohonan sebelum kamu benar-benar memasuki jalur terbuka menuju Pelawangan.

Kombinasi panas terik, angin dingin, dan debu membuat bagian ini terasa menantang secara fisik. Jalurnya panjang, elevasinya naik perlahan tapi konstan, dan di sini banyak pendaki yang mulai merasakan tanda-tanda kelelahan seperti dehidrasi atau pusing ringan.

Meski begitu, pemandangan terbuka yang semakin luas memberi motivasi tambahan. Kamu bisa melihat tebing-tebing batu megah dari kejauhan, dan itu menjadi tanda bahwa Pelawangan sudah makin dekat.

6. Pelawangan Senaru Gunung Rinjani

Keindahan Pelawangan Senaru
Pelawangan Senaru

Semua pendaki jalur Senaru mempunyai tujuan yang sama: mencapai Crater Rim – Pelawangan Senaru. Begitu tiba di bibir kaldera ini, seluruh rasa lelah seolah hilang.

Pemandangannya sungguh luar biasa:

  • Danau Segara Anak terlihat utuh, dengan warna biru kehijauan.
  • Puncak Rinjani berdiri tajam di sisi timur.
  • Seluruh dinding kaldera mengelilingi kamu seperti amfiteater raksasa.

Ini bukan sekadar titik istirahat; ini adalah salah satu viewpoint terbaik di seluruh Gunung Rinjani. 

Namun ada satu fakta menarik yang sering tidak diketahui pendaki. Banyak orang mengira bahwa Segara Anak adalah kawah Gunung Rinjani. Padahal, kawah sebenarnya bernama Segoro Muncar, berada di sisi kiri puncak.

Kaldera besar yang kamu lihat sekarang adalah hasil letusan dahsyat Gunung Samalas pada tahun 1257. Gunung purba “kembaran” Rinjani yang meletus dan meninggalkan cekungan besar tempat kita berdiri hari ini. Letusannya disebut-sebut sebagai salah satu yang paling besar dalam sejarah manusia.

Mengetahui fakta geologi ini membuat Pelawangan terasa lebih megah, seolah kamu sedang berdiri di panggung sejarah bumi.

.

Baca juga: Jalur Rinjani Via Senaru Seberapa Extrem? Awas “Hot and Chili!”

Daftarkan Dirimu, dan Dapatkan Paket Terbaik Rinjani Via Senaru!

Hiking Mount Rinjani
Paket Pendakian

Jalur Senaru memang lebih populer di kalangan turis mancanegara. Kamu akan sering melihat rombongan bule bersama porter yang lalu-lalang menuju Pelawangan Senaru. Biasanya mereka memakai paket trekking 2 hari 1 malam, di mana mereka hanya sampai Pelawangan lalu turun kembali keesokan harinya.

Jika kamu ingin merasakan pengalaman yang sama, menikmati Pelawangan tanpa harus mengejar puncak. Hiking Mount Rinjani kami menyediakan paket 2 hari 1 malam via Senaru yang cocok untuk kamu dan rombongan.

Namun bila kamu ingin mencapai puncak Rinjani, rutenya biasanya akan menggabungkan Senaru – Torean. Perjalanan menuju puncak dan keluar lewat Torean membutuhkan kondisi fisik yang lebih siap, waktu lebih panjang, dan ritme pendakian yang lebih santai. Paket 4 hari 3 malam adalah pilihan terbaik agar tubuh tidak kelelahan.

Jika kamu ingin menikmati keindahan Rinjani tanpa terburu-buru dan ingin pendakian yang aman, nyaman, serta dipandu oleh tim berpengalaman, kamu bisa mendaftar pendakian bersama hikingmountrinjani.com.

Silakan hubungi kami melalui WhatsApp, dan kami akan bantu menyiapkan perjalanan terbaik untuk kamu dan rombongan.

.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *